NIKMAT

September 25, 2007 at 8:37 pm (puisiku) (, , , , )

Tak pernah aku rasa

Tiada udara untuk ku hirup

Sedangkan hari-hari ku sedut

Udara untuk hidup

Kering pun tanah

Akan turun hujan

Dan tiada lagi surut hingga

Ke hujung kaki

Sungai-sungai dan lautan

Kita tak pernah terbakar

Dek matahari yang memancar

Dan tak lemas

Dek hujan yang menghempas

Tiada suara tangisan kelaparan

Tetapi suara pembaziran

Nimat yang diberikan

Yang muntah

Dari mulut yan perutnya

Penuh kenyang

Tak pernah kedengaran

Suara kesyukuran

Sedangkan kita berteduh

Di bawah naungan

Yang cukup bekalannya.

<A HREF=”http://www.copyscape.com/”><IMG SRC=”http://banners.copyscape.com/images/cs-bk-120×60.gif” ALT=”Page copy protected against web site content infringement by Copyscape” TITLE=”Do not copy content from the page. Plagiarism will be detected by Copyscape.” WIDTH=”120″ HEIGHT=”60″ BORDER=”0″></A>

5 komen

  1. khomeinimuj berkata,

    cool…very cool writing….
    salam kenal yah/..

  2. deennasour berkata,

    owh thanks,,you are the first person who comment my poem,,,’
    tidak seberapa,,

  3. elliv berkata,

    sebelum daku dinyahidratkan, prnah ketika muda beranimasi… berenigma, mengikut rona2 lokusi bak hamster di vivariumnya… satelit2 memutar lagu bingitnya, bintang2 bersimpul-simpul cahaya

  4. elliv berkata,

    swaaa….. pandey juak ? ngeh2… men2 jak ya,

  5. ariqato berkata,

    pandey abg kmk..hehe

Kirim Komen